Tampilkan postingan dengan label Makanan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Makanan. Tampilkan semua postingan

02 September 2010

Gurame Asam Manis


Bahan:
  • 1 ekor (1 kg) ikan gurame, dibersihkan & buang isi perutnya.
  • 2 sendok makan tepung kanji ½ sdt. 
  • garam minyak goreng secukupnya.
Cara Membuat:
  • Lumuri ikan gurame yang sudah dibersihkan dengan campuran tepung kanji dan garam. Masukkan minyak secukupnya ke dalam wajan yang besar supaya seluruh ikan bisa masuk.
  • Kemudian goreng dalam minyak panas yang cukup banyaknya agar ikan tergenang dan tidak lengket di wajan.
  • Angkat ikan apabila warnanya berubah menjadi kekuning-kuningan dan dagingnya sudah matang.
Bahan Untuk Saus:
  • 500 gram tomat merah.
  • 150 cc air.
  • 1 sdm margarine.
  • 3 butir bawang merah, iris tipis.
  • 2 siung bawang putih, iris tipis.
  • 3 cabe merah, iris tipis memanjang.
  • 4 cm jahe, iris tipis memanjang.
  • 10 batang lokio.
  • 1 sdt garam.
  • 1 sdm gula pasir.
  • 1 sdm cuka.
  • 1 sdm bumbu penyedap.
  • 4 sdm saus tomat botol.
  • 1 sdt tepung kanji, diaduk dengan sedikit air.
Cara Membuat Saus:
  • Seduh tomat dengan air mendidih lalu diamkan sampai kulit tomat menjadi lunak. Hancurkan tomat lalu disaring dan buang ampasnya. Campur air tomat dengan 150 cc air.
  • Di dalam wajan panaskan margarine, tumis bawang merah, bawang putih, cabe merah dan jahe sampai harum lalu masukkan lokio dan air tomat. Masukkan gula, cuka dan bumbu penyedap.
  • Tuangkan saus tomat dan masukkan cairan tepung kanji. Masak sampai mendidih dan mengental lalu diangkat.
  • Hidangkan ikan gurame goreng dengan menuangkan saus ke atasnya. Resep ini ideal untuk 6 orang.

09 Februari 2010

Ulukuteuk Leunca

Salah satu resep masakan dari tanah sunda yaitu Ulukuteuk Leunca. Ulukuteuk Leunca ini hidangan khas sunda. Campuran antara oncom dan buah leunca. Untuk oncomnya, gunakan oncom merah supaya rasanya lezat, dan pilihlah oncom yang masih bagus untuk dimasak dijadikan ulukuteuk leunca.

Bahan:
  • 2 potong oncom merah (1 potong biasanya setelapak tangan).
  • 1/4 kg leunca, bersihkan.
  • 3 bh tomat hijau, belah empat.
  • 1 genggam kemangi.
  • 2 lbr daun salam.
  • 1 cm lengkuas, memarkan.
  • 1 btg serai, memarkan.
  • 10 bh cabe rawit utuh.
  • 1 sdt gula pasir.
  • 2 sdt garam.
  • 100 cc air.
  • 1 sachet kaldu bubuk rasa ebi.
  • 3 sdm minyak goreng.
Bumbu:
  • 7 siung bawang merah.
  • 5 siung bawang putih.
  • 5 bh cabai merah.
Cara Membuat:
Remas-remas oncom hingga hancur. Sisihkan. Tumis bumbu halus hingga harum. Tambahkan oncom, daun salam, lengkuas, serai, dan cabai rawit. Aduk-aduk hingga harum. Masukkan leunca dan tomat. Aduk rata, tambahkan gula, garam, kaldu bubuk dan air. Tumis sampai leunca sedikit layu. Tambahkan daun kemangi, aduk sebentar, angkat. Sajikan.

Sumber: http://url.willsz.net/zxa4Rc 

07 Januari 2010

Semur Jengkol

Kita mengenal berbagai macam semur, kali ini Resep Masakan Khas akan berbagi  resep Semur Jengkol beserta tipsnya untuk menghilangkan ‘bau’ dan keracunan jengkol atau Jengkoleun. Semur jengkol nikmat menjadi teman nasi hangat putih atau nasi uduk. Apalagi dihidangkan dengan lalab, ikan asin, sambal terasi, kerupuk aci dkk. Kita mulai , yuuuuk!

Bahan:
  • 1 kg jengkol tua/ranum.
  • 1/2 sdt makan kopi (buat menghilangkan bau).
  • Kapur sirih secukupnya.
  • Air untuk merebus.
Bumbu:
  • 10 bawang merah kecil (atau 4 yang besar).
  • 6 bawang putih (atau 3 yang besar).
  • 5 butir kemiri.
  • 1 sdt ketumbar.
  • 1/2 sdt biji lada.
  • 1/4 sdt jinten.
Lalu kemudian bumbu-bumbu itu dihaluskan.

Bumbu Tambahan:
  • 3 butir cengkeh.
  • 1/4 butir pala, parut.
  • 2 butir kapulaga bulat.
  • Garam secukupnya.
Cara Memasak:
  • Rebus jengkol dengan kopi dan kapur sirih.
  • Setelah matang, kuliti dan geprek menjadi gepeng, sisihkan.
  • Tumis bumbu halus.
  • Masukkan jengkol.
  • Masukkan cengkeh, kapulaga, parutan pala.
  • Tambah kecap dan air.
  • Masak sampai mengental dan matang.
  • Tambahkan garam, rasakan.
  • Sajikan dengan taburan bawang goreng.
Ini Tips Lain Agar Tidak Jengkolan:
Rebus jengkol dengan tambahan daun jambu biji dan abu gosok sampai empuk, angkat, keprek dan kupas. Setelah itu rendam di air bersih kira-kira 2 jam, ganti airnya dengan air bersih, rendam lagi kira-kira 1 jam, ganti lagi dengan air bersih kira-kira 1 jam lagi, tiriskan dan siap dimasak, selain untuk menghilangkan bau juga untuk menghilangkan racun yang ada pada jengkol yang bisa menyebabkan "Jengkoleun".

Sumber: http://url.willsz.net/x8bANq 

04 November 2009

Es Serut Kelapa + Tape

Jadi inget dimasa kecil dulu di Sumedang, sering jajan Es Serut Kelapa pake tape. Ya kebetulan sekali pas ada yg lewat dan kayaknya pedagangnya juga masih tetep sama ketika saya masih kecil. Amazing, "berarti itu si bapak umur berapa sekarang dan kelihatannya badannya masih bugar dan sehat". Harganya termasuk murah hanya Rp 1000, tapi lumayan bikin segar.

Di Bandung saya belom pernah menjumpai es serut kelapa ini, biasanya saya jumpai di Sumedang. Ya si bapak ini bertahan hidup dari himpitan susahnya ekonomi jaman sekarang. Salah satu jajanan tradisional yang masih bertahan hidup. "Gusti mah welas asih, jeung rejeki mah moal pahili".

16 Oktober 2009

Susu murni kebon kelapa

Jadi inget pas lagi kecil, aku disering dibawa si papah buat minum susu murni di daerah kebon kelapa Bandung. Ingat persis ketika waktu itu susu murni dihidangkan dalam kondisi dingin dicampur dengan gula sirop berwarna merah. Segar rasanya di tenggorokan dan tentunya sangat membantu menyehatkan paru-paru dan pencernaan.

Tahun 1986-an, saya ingat persis ruangan/tempat si tukang susu ini seadanya toh emang masih kategori pedagang kaki lima, tp sekarang setelah sekian puluh tahun saya berkunjung ke tempat yang sama, tempat ini telah mengalami kemajuan yg cukup pesat. Rentetan meja ditambah menu hidangan sejenis kue ikut menyemarakan di tempat ini.

Setelah saya tanya ke si mamah, memang dia punya memori juga dng tempat ini ketika masa-masa pacaran dulu. "Dulu pas pulang kerja/ngapel si papah sering ngajak minum susu disini" ujar si mamah. Kalo ke Bandung mampir lagi ah ke sini...ironis banget kl sengaja beli susu murni di Sumedang malah males sptnya sikonnya kurang mendukung yah :)

12 Januari 2007

Cumi Bakar Pedas

Bahan:
  • 500 gram cumi ukuran sedang, bersihkan.
  • 3 sendok makan minyak goreng.
  • 1 buah jeruk nipis.
Bumbu Perendam:
  • 200 gram cabai merah.
  • 50 gram cabai rawit.
  • 10 buah bawang merah.
  • 2 siung bawang putih.
  • 2 sendok makan jahe.
  • 3 ruas jari kunyit.
  • 2 batang serai.
  • Garam secukupnya.
Cara Membuat:
  • Haluskan semua bumbu perendam, tumis hingga harum dan matang. Angkat, masukkan air jeruk nipis, aduk rata.
  • Lumuri cumi dengan bumbu perendam, diamkan 2 jam hingga bumbu meresap.
  • Bakar diatas bara api sambil sesekali dioles dengan bumbu perendam.
  • Sajikan.

03 Juni 2006

Pais peda + Pete bakar + Sambal Kecap

Waduh gak nyadar ternyata ampir udah 3 bulan gue gak pulang kampug ke Sumedang, eh ternyata emang ada yg istimewa (Tau aja nyokap kesukaan gue), pas balik ada Pais peda + Pete bakar + Sambal kecap kontan aja gue makan sampe nambah 3 kali hehehe...gpp jarang2 makan senikmat gini di Bandung. Yah tp betenya sehari-hari gak ada kerjaan seh, ke temen ya gitu2 doang maennya, serba salah mau maen ke mana juga binggung juga gak tau mau kemana gue musti pegi, takutnya pegi ke rumah temen2 lagi pada gak ada lagi ya sudah lah diem dirumah paling banter juga ke tetangga doang.

Tp lumayan pangling juga seh, banyak bangunan baru2 yg berdiri, lumayan juga perkembangan Sumedang deh...hehehe...FIFO Sumedang!.

05 November 2005

Galantin Saus Bawang

Pendahuluan:
    Galantin adalah masakan daging giling berasal dari prancis, biasanya dihidangkan dingin sebagai hidangan utama. Sebagai variasi, tambahkan soun dan udang, goreng sebentar dengan mentega agar cita rasanya semakin kaya.
  • Waktu memasak         : 50 Menit.
  • Tingkat kesulitan        : Mudah.
  • Untuk                         : 4 Orang.
Bahan:
  • 300 g daging sapi cingcang/giling.
  • 200 g udang kupas, cingcang kasar.
  • 25 g soun, rendam hingga lunak.
  • 2 iris roti tawar, rendam air, peras.
  • 2 butir telur, kocok.
  • 1 sdt garam.
  • 1/2 sdt merica.
  • 1/2 sdt pala.
  • 1 sdt gula pasir.
  • Alumunium foil untuk membungkus.
  • 50 g mentega, untuk mengoreng.
Saus:
  • 1 sdm mentega.
  • 1 siung bawang putih, cincang.
  • 75 g bawang bombai, cincang.
  • 150 ml kaldu.
  • 1 sdm kecap manis.
  • 1 sdm saus tomat.
  • 1/2 sdt garam.
  • 1/2 sdt gula pasir.
  • 1/2 sdt merica.
  • 1/8 sdt pala.
  • 1 sdt tepung maizena, larutkan dalam,
  • 1 sdm air.
Caranya:
  • Campur daging, udang, soun, roti tawar, telur, garam, merica, pala dan gula. Aduk rata, bagi adonan menjadi 2 bagian.
  • Olesi alumunium foil dengan mentega, Bungkus masing2 bagian adonan dengan alumunium foil, kemudian kukus dalam dangdang selama kira2 45 menit. Setelah matang, angkat, dinginkan.
  • Buka bungkus alumunium foil, potong2 galantin setebal 1 1/2 - 2 cm.
  • Panaskan wajan, masukan mentega/margarin, goreng galantin, balik-balikan sampai agak kering, angkat.
  • Saus: Panaskan mentega/margarin, tumis bawang putih sampai harum, masukan bawang bombai. Setelah layu masukan kaldu, kecap, saus tomat, garam, gula, merica dan pala. Didihkan, kentalkan dengan larutan maizena.
  • Hidangkan galantin bersama saus, dengan kentang dan setup sayuran sebagai pelengkapnya (bila suka).

13 Juni 2004

Nasi+mie goreng+telor goreng

Waduh, menu hari ini tidak ada "Penampakan" yang berarti sepertinya :(, yah...daripada lafer mendingan sikat aja menu dikantin depan saja, tiada lain menunya:

- Nasi putih.
- Mie Goreng.
- Telor Goreng mata sapi.

Memang sejak kecil mungkin gara2 Ex-Sumedang rata2 tradisi makan indomie ini merupakan hal yg lumrah, padahal dilihat dari segi tata boga seh rada aneh. Coba anda lihat antara "Nasi putih" dengan "Mie goreng", keduanya sama2 makanan "Pengenyang" alias kandungan yg terbanyaknya merupakan karbohidrat yg notabene bikin ngantuk atau istilah kelanjutannya "Bikin malas[?]".

Tak heran sering terserang radang tenggorokan, panas dalam dsb, yah pantas saja mulut pada bau bagaikan karbit buat lasan besi :). Tapi apa daya kondisi di sekitar sini seperti itu adanya, gpp yg penting kita imbangi saja dengan buah-buahan dan sayur-sayuran saja. Daripada kita beli makanan gorengan (Bala2, Gehu, Pisgor, tempe goreng dsb), yg banyak mengandung minyak, ya akibat sering menkonsumsi makan ala Indonesia ini saya menderita liver (Penyebab sekitar 30%).

Nah jika kita selidiki lebih lanjut kenapa gorengan bisa mengakibatkan sedemikian jauhnya?, alasan klasik karena minyak goreng dipake berulang-ulang sampe spt oli mesin mobil saja. Coba kl pernah beli makanan di sekitar boromeus atau ITB tukang ayam gorengnya ampun tuh minyaknya.

Saya pernah punya pengalaman pas mau makan kebetulan dengan temen bule dari Aussie, pas liat minyak gorengnya langsung dia mengurungkan diri untuk beli. Ya...itulah keadaan dari penjaja makanan di kita. Bagaimana pun situasi ekonomi mempengaruhi sampai hal terkecil di lingkungan kita, cukup beralasan knp sang tukang ayam goreng demikitan "Ngiritnya", mungkin hal ini para pembaca telah mengetahuinya. Tiada lain ingin dapat untung besar karena terdesak kebutuhannya.

25 April 2004

Nasi kuning Vs Nasi uduk

Sudah beberapa hari ini gue sama temen2 di warnet doyan komsumsi nasi kuning, etah kenapa, yang jelas sudah berjam-jam didepan komputer kalo tanpa makanan/minuman merupakan hal yang bodoh :P. Karena mungkin warnet kita terletak di pemukiman trandisional dan kebetulan lokasi kita deket dengan pasar Ancol Bandung tentunya tidak terlalu sulit mendapatkan nasi kuning ini, murah meriah hanya Rp 2.500/porsi udah dapet bikin perut kita kenyang, atau 2 porsi silahkan aja bebas :). Apa karena warnanya kuning sehingga di sebut nasi kuning? atau disingkat "naskun" kurang tau juga gue, yg jelas kl yang tidak berwarna org lebih suka sebut "nasi uduk", dua2nya enak banget dah, tp gue perhatiin sang penjual salah satu makanan tradisional ini makin berkurang dari hari ke hari, apa kurang menjanjikan usaha ini, atau keberadaannya tergeser dengan keberadaan makanan ala western gue kurang tau juga penyebabnya. Yang jelas skg apakah anak kita kelak masih bisa menikmati salah satu makanan tradisional ini?.