Tampilkan postingan dengan label Kesehatan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kesehatan. Tampilkan semua postingan

17 April 2011

Semasa sakit ibu tercinta.

Tak terasa setelah kepulangan ibu dari rumah sakit Borromeus Bandung pada tanggal 27 Pebruari 2011, kami & sekeluarga memutuskan merawat ibu dirumah saja. Mengingat beban penyakit yang ibu kami derita sudah sangat berat, dan keterbatasan finansial. Ya, mulai tanggal 28 Pebruari kami sekeluarga sepakat merawat dengan perlengkapan seadanya.

Dari hari ke hari kadang merasa kami tidak mampu dan secara mental kadang ada letupan emosional. Tapi untunglah PKS dari gereja kami secara rutin menyegarkan kondisi kami sekeluarga, berupa kegiatan doa, baca firman, atau sekedar sharing dan saling menguatkan iman kami.

Kesehatan ibu kami dari hari ke hari makin memburuk, karena infeksi dari tulang belakangnya yang makin meluas, kami berusaha sekedar memanggil dokter ke rumah, dan obat-obatan seadanya. Karena ibu kami sudah tidak bisa bangun bahkan untuk mengerakan kaki pun sudah tidak bisa, belom ditambah kondisi penyakit menahun Asma-nya. Untuk makan pun paling bisa bubur saring, atau kue yg dilarutkan dengan susu hangat dan itu pun cuma beberapa sendok saja setiap kali makannya.

Ibu kami bertahan karena ada bantuan oksigen yang terus menerus masuk lewat hidungnya. Dirawat dan diawasi 24 jam sehari. Lawatan sanak sodara, atau sekedar saling memotifasi itulah yang mungkin membuat ibu kami masih bisa bertahan. Dan kami pun sering berdiskusi mengenai ini bersama keluarga dan kerabat dekat. Dan memang semua sudah angkat tangan, no idea, no power dan pasrah/berserah sepenuhnya kepada Tuhan.

Memasuki bulan April 2011, kondisi ibu kami sudah jarang sadar. Daya ingat sudah pudar, lidah membengkak, jangankan untuk makan untuk bicara saja sudah tidak bisa, hanya bahasa isyarat sebagai alat komunikasi dengan keluarga. Seperti inilah kondisi satu minggu sebelom ibu kami meninggal dunia.

Dan kita sebagai keluarga cuma bisa menangis, meratapi, dan berdoa kepada Tuhan. Memang inilah waktu yang telah ditentukan Tuhan, dan inilah kehendakNya yang Agung.

26 Maret 2011

Bingung Dengan Kondisi Ibu

Sejak awal januari 2011 ibuku batuk-batuk padahal diobatin dgn antibiotik (karena sebelomnya mengidap asma) tidak kunjung reda, alhasil akhir bulan januari 2011 dia terbaring lemas di ranjang, tidak bisa makan banyak karena mual dan muntah-muntah. Pada tanggal 25 januari 2011 pagi jam 07.00 WIB, ayah saya pikir dia tertidur.. dan entah kenapa saya ingin melihat ke kamar dia, betapa kagetnya saya ternyata dia sudah pingsan tak sadarkan diri dan buang air besar, serentak saya kaget dan telp ayah untuk segera pulang. 

Saya berpikir secepatnya musti dilarikan ke UGD terdekat, dan ternyata hampir saja tidak tertolong karena tekanan darah sudah 60/40. Saya putuskan untuk dirawat di HCU RS Pakuwon Sumedang. Kata dokter ibu saya terjadi infeksi berat di bagian paru-paru. Semenjak itu antibiotik infus diberikan sambil menstabilkan keadaan ibu saya. Pada tanggal 25 januari 2011 dokter memperbolehkan pulang karena penyakitnya dinyatakan sudah membaik, tp saya aneh koq udah normal tp belom bisa bernafas lega/panjang spt biasanya. Hasil sementara dari RS Pakuwon Sumedang terditeksi adanya diabetes yang tidak terkontrol dan infeksi paru-paru saja. 

Pada tanggal 27 januari 2011 saya dan keluarga memutuskan untuk melarikan kembali ibu saya ke RS di Bandung karena melihat kondisinya malah tambah memburuk setelah pulang dari RS Pakuwon Sumedang. Sebelomnya saya sempat konsultasi ke dokter Benjamin, karena saya pikir perlu penanganan seorang dokter ahli paru-paru. Dan dokter menyarankan untuk rawat inap kembali, karena RS Borromeus full maka saya pilih RS Advent Bandung saja, dari hasil perawatan diditeksi adanya infeksi jamur di kulit dan paru-paru lewat darah. 

Pada tanggal 7 pebuari 2011 saya coba pindahkan rawat inapnya ke RS Borromeus. Hasil penangan medis ibu saya di infus dgn antibiotik kembali karena lekosit (23.000-an) sudah tinggi kembali padahal selang beberapa hari saja, hal ini karena terjadi infeksi kembali. Ketika ibu saya memilih pulang (karena tidak ada kemajuan), saya binggung karena kaki mendadak kesemutan/pegal/linu dan tidak bisa jalan. 

Saya berinisiatif untuk menghubungi dokter ahli saraf dan dokter menyarankan untuk MRI dan alangkah kagetnya dari hasil MRI didapat dua ruas tulang belakang sudah rusak karena TBC Tulang.
Dokter menyarankan untuk operasi tulang belakang, tp mengingat usia dan komplikasi penyakit yang diderita ibu saya, saya coba pikirkan dulu. Disamping sudah keterbatasan dana, hasil operasi itu pun tidak bisa menjamin ibu saya bisa jalan kembali dan yang terpenting dgn operasi 4 jam s/d 7 jam ini apakah ibu saya bisa melewati masa kritis ini? Hari demi hari dilewati bersama ibu tercinta kami dirumah, cuma campur tangan Tuhan dan doa saja. 

Saat ini ibu tercinta kami hanya bisa terbaring dan menangis. Saya percaya mujizat itu pasti terjadi, saat ini kami hanya berserah kepada Tuhan dan berdoa, sambil tetap berusaha mencari alternatif pengobatan tanpa operasi.

08 November 2009

Cara Mengetes Kesehatan Rambut

Ada satu cara mudah untuk mengetes tingkat kesehatan rambut Anda. Yang Anda perlukan hanyalah tepung terigu atau paperclip. Selipkan paperclip di sela-sela rambut, jika bisa meluncur dengan lancar, rambut Anda sehat. Sebaliknya jika tersendat-sendat, berarti ada masalah dengan rambut Anda.Untuk pengujian dengan tepung: Ambil satu helai rambut Anda, masukkan ke dalam tepung, lalu angkat. Jika tepung dengan mudah lepas kembali, berarti rambut Anda sehat. Tapi jika masih ada tepung yang menempel, menandakan bahwa di tempat yang ditempeli tepung kutikula rambut telah mengalami friksi (rusak).

Memang ada alat yang lebih canggih untuk mengetahui tingkat kesehatan rambut, yaitu Sonic Comb Scan, temuan Pantene Pro-V. Dengan alat ini kondisi rambut dapat dideteksi lebih tepat lagi, bagian mana yang rusaknya paling parah. Yang dikatakan rambut tidak sehat adalah rambut yang rapuh (mudah patah), bercabang, kering, kusam, dan susah diatur.

Lalu bagaimana mengatasinya? “Mudah sekali,” kata Rudy Hadisuwarno, pakar tata rambut kita, pada acara Media Gathering di Jakarta Selasa lalu, yang juga dihadiri sejumlah artis ibukota. “Cukup dengan memakai kondisioner secara teratur setiap habis keramas,” tambahnya. Masak sih? Mungkin Anda bertanya tidak percaya. Berbagai penelitian menunjukkan bahwa kondisioner yang bagus bisa melindungi rambut dari kerusakan, bahkan mengembalikan kesehatan rambut yang sudah terlanjur rusak.

Lalu bagaimanakah kondisioner yang bagus itu? Marilyn Sherlock, trichologist (ahli kulit kepala dan rambut) dari Inggris mengatakan kondosioner yang baik adalah kondisioner yang pelembab untuk menjaga kelenturan atau elastisitas rambut. Selain itu juga mengandung asam, sehingga dapat mencegah terangkatnya kutikula rambut oleh bahan kimia bersifat alkalin yang sering terdapat di dalam sampo dan air ledeng. Kandungan lain yang harus ada adalah minyak dan pelindung sinar ultra violet (UV) dari matahari.